Pengertian PHP
PHP: Hypertext Preprocessor adalah bahasa skrip yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML. PHP banyak dipakai untuk memrogram situs web dinamis. PHP dapat digunakan untuk membangun sebuah CMS.
Sebagian
besar sintaks mirip dengan bahasa C, Java dan Perl, ditambah beberapa
fungsi PHP yang spesifik.Tujuan utama penggunaan bahasa ini adalah untuk
memungkinkan perancang web
menulis halaman web dinamik dengan cepat.
Sabtu, 14 November 2015
Sejarah PHP
Sejarah PHP
PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdroft, seorang programmer C. Pada waktu itu PHP masih bernama FI (Form Interpreted), yang wujudnya berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web. Jadi semula PHP digunakannya untuk menghitung jumlah pengunjung di dalam webnya.
PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdroft, seorang programmer C. Pada waktu itu PHP masih bernama FI (Form Interpreted), yang wujudnya berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web. Jadi semula PHP digunakannya untuk menghitung jumlah pengunjung di dalam webnya.
Kemudian ia mengeluarkan Personal
Home Page Tools versi 1.0 secara gratis. Versi ini pertama kali keluar pada
tahun 1995. Isinya adalah sekumpulan script PERL yang dibuatnya untuk membuat
halaman webnya menjadi dinamis. Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut
untuk umum dan menamakannya PHP/FI, kependekan dari Hypertext
Preprocessing’/Form Interpreter.
Dengan
perilisan kode sumber ini menjadi open source, maka banyak programmer yang
tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.
Kemudian pada tahun 1996 ia mengeluarkan PHP versi 2.0 yang kemampuannya telah dapat mengakses database dan dapat terintegrasi dengan HTML. Pada rilis ini interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.Pada tahun 1998 tepatnya pada tanggal 6 Juni 1998 keluarlah PHP versi 3.0 yang dikeluarkan oleh Rasmus sendiri bersama kelompok pengembang softwarenya.
Kemudian pada tahun 1996 ia mengeluarkan PHP versi 2.0 yang kemampuannya telah dapat mengakses database dan dapat terintegrasi dengan HTML. Pada rilis ini interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.Pada tahun 1998 tepatnya pada tanggal 6 Juni 1998 keluarlah PHP versi 3.0 yang dikeluarkan oleh Rasmus sendiri bersama kelompok pengembang softwarenya.
PHP
versi 4.0 keluar pada tanggal 22 Mei 2000 merupakan versi yang lebih lengkap
lagi dibandingkan dengan versi sebelumnya. Perubahan yang paling mendasar pada
PHP 4.0 adalah terintegrasinya Zend Engine yang dibuat oleh Zend Suraski dan
Andi Gutmans yang merupakan penyempurnaan dari PHP scripting engine. Yang
lainnya adalah build in HTTP session, tidak lagi menggunakan library tambahan
seperti pada PHP. Tujuan dari bahasa scripting ini adalah untuk membuat
aplikasi-aplikasi yang dijalankan di atas teknologi web. Dalam hal ini,
aplikasi pada umumnya akan memberikan hasil pada web browser, tetapi prosesnya
secara keseluruhan dijalankan web server.
PHP
4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini
banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks
tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi. Pada Juni
2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP
mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman
berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman
ke arah paradigma berorientasi objek.
Kemudian
ia mengeluarkan Personal Home Page Tools versi 1.0 secara gratis. Versi
ini pertama kali keluar pada tahun 1995. Isinya adalah sekumpulan
script PERL yang dibuatnya untuk membuat halaman webnya menjadi dinamis.
Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan
menamakannya PHP/FI, kependekan dari Hypertext Preprocessing’/Form
Interpreter. - See more at:
http://hastomo.net/php/pengertian-dan-sejarah-php/#sthash.jkKX5sof.dpuf
Kemudian
ia mengeluarkan Personal Home Page Tools versi 1.0 secara gratis. Versi
ini pertama kali keluar pada tahun 1995. Isinya adalah sekumpulan
script PERL yang dibuatnya untuk membuat halaman webnya menjadi dinamis.
Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan
menamakannya PHP/FI, kependekan dari Hypertext Preprocessing’/Form
Interpreter. - See more at:
http://hastomo.net/php/pengertian-dan-sejarah-php/#sthash.jkKX5sof.dpuf
- See more at: http://hastomo.net/php/pengertian-dan-sejarah-php/#sthash.jkKX5sof.dpuf
Pernyataan Kondisi (If...Else)
Syarat yang di gunakan untuk melakukan pernyataan kondisi adalah sebagai berikut:
1. If
Digunakan untuk mengeksekusi beberapa kode hanya jika kondisi tertentu adalah benar.
Syntax:
if (condition) code to be executed if condition is true;
Contoh:
2. If…else
Digunakan untuk mengeksekusi beberapa kode jika kondisi benar dan kode lain jika kondisi salah.
Syntax :
if (condition)
code to be executed if condition is true;
else
code to be executed if condition is false;
Contoh:
3. If…else if….else – Digunakan untuk memilih salah satu dari banyak blok kode yang akan dieksekusi.
Syntax : if (condition)
code to be executed if condition is true;
elseif (condition)
code to be executed if condition is true;
else
code to be executed if condition is false;
Berikut adalah salah satu contoh pernyataan kondisi menggunakan If... else if... else...
*Gaji Pokok = 5000000
*Jika masa kerja kurang dari 2 tahun, maka tunjangannya 10% dari gaji pokok.
*Jika masa kerja 2 sampai 4 tahun, maka tunjangannya 15% dari gaji pokok.
*Jika masa kerja 5 sampai 9 tahun, maka tunjangannya 20% dari gaji pokok.
*Jika masa kerja di atas 10 tahun, maka tunjangannya 25% dari gaji pokok.
Maka bentuk script PHP akan menjadi seperti ini:
<?php
$gaji = 5000000;
$masa_kerja = 5;
if($masa_kerja < 2){
$tunjangan = (10*$gaji)/100;
}
elseif($masa_kerja >= 2 && $masa_kerja < 5) {
$tunjangan = ( 15 * $gaji )/100;
}
elseif($masa_kerja >= 5 && $masa_kerja < 10) {
$tunjangan = ( 20 * $gaji )/100;
}
else {
$tunjangan = ( 25 * $gaji ) / 100;
}
$total = $gaji+$tunjangan;
echo 'gaji pokok = ' . $gaji .'<br>';
echo 'tunjangan = ' . $tunjangan .'<br>';
echo 'Gaji Kotor = ' . $total .'<br>';
4. Switch
Switch case
Contohnya:
<?php
$gaji = 5000000;
$masa_kerja = 4;
switch($masa_kerja){
case($masa_kerja < 2):
$tunjangan = (10*$gaji)/100;
break;
case($masa_kerja > 2 && $masa_kerja < 5) :
$tunjangan = (15*$gaji)/100;
break;
default:
$tunjangan = (25*$gaji)/100;
break;
}
$total = $gaji+$tunjangan;
echo 'gaji pokok = ' . $gaji .'<br>';
echo 'tunjangan = ' . $tunjangan .'<br>';
echo 'Gaji Kotor = ' . $total .'<br>';
1. If
Digunakan untuk mengeksekusi beberapa kode hanya jika kondisi tertentu adalah benar.
Syntax:
if (condition) code to be executed if condition is true;
Contoh:
<?php
$nilai = 40;
if ($nilai > 60)
{
echo "Nilai anda adalah: $nilai. Selamat anda lulus!";
}
?>
2. If…else
Digunakan untuk mengeksekusi beberapa kode jika kondisi benar dan kode lain jika kondisi salah.
Syntax :
if (condition)
code to be executed if condition is true;
else
code to be executed if condition is false;
Contoh:
<?php
$nilai = 40;
if ($nilai >=40)
{
echo "Nilai anda adalah: $nilai. Selamat anda lulus";
}
else
{
echo "Nilai anda adalah: $niilai. Sorry, anda tidak lulus";
}
?>
3. If…else if….else – Digunakan untuk memilih salah satu dari banyak blok kode yang akan dieksekusi.
Syntax : if (condition)
code to be executed if condition is true;
elseif (condition)
code to be executed if condition is true;
else
code to be executed if condition is false;
Berikut adalah salah satu contoh pernyataan kondisi menggunakan If... else if... else...
*Gaji Pokok = 5000000
*Jika masa kerja kurang dari 2 tahun, maka tunjangannya 10% dari gaji pokok.
*Jika masa kerja 2 sampai 4 tahun, maka tunjangannya 15% dari gaji pokok.
*Jika masa kerja 5 sampai 9 tahun, maka tunjangannya 20% dari gaji pokok.
*Jika masa kerja di atas 10 tahun, maka tunjangannya 25% dari gaji pokok.
Maka bentuk script PHP akan menjadi seperti ini:
<?php
$gaji = 5000000;
$masa_kerja = 5;
if($masa_kerja < 2){
$tunjangan = (10*$gaji)/100;
}
elseif($masa_kerja >= 2 && $masa_kerja < 5) {
$tunjangan = ( 15 * $gaji )/100;
}
elseif($masa_kerja >= 5 && $masa_kerja < 10) {
$tunjangan = ( 20 * $gaji )/100;
}
else {
$tunjangan = ( 25 * $gaji ) / 100;
}
$total = $gaji+$tunjangan;
echo 'gaji pokok = ' . $gaji .'<br>';
echo 'tunjangan = ' . $tunjangan .'<br>';
echo 'Gaji Kotor = ' . $total .'<br>';
4. Switch
Switch case
Switch adalah
operator kondisi yang memiliki fungsi yang sama dengan if elseif.
Operator ini juga dipakai untuk kondisi percabangan lebih dari satu.
Bedanya if elseif mengerjakan tugasya dengan cara memeriksa statement
kondisi yang ada satu persatu, tapi switch tidak. Switch akan memeriksa
nilai statement kondisi bersamaan lalu menjalankan yag nilai kondisinya
sesuai.
Contohnya:
<?php
$gaji = 5000000;
$masa_kerja = 4;
switch($masa_kerja){
case($masa_kerja < 2):
$tunjangan = (10*$gaji)/100;
break;
case($masa_kerja > 2 && $masa_kerja < 5) :
$tunjangan = (15*$gaji)/100;
break;
default:
$tunjangan = (25*$gaji)/100;
break;
}
$total = $gaji+$tunjangan;
echo 'gaji pokok = ' . $gaji .'<br>';
echo 'tunjangan = ' . $tunjangan .'<br>';
echo 'Gaji Kotor = ' . $total .'<br>';
Pengertian Array
Pengertian Array
Array adalah sekumpulan variable yang memiliki nama sama tapi nama tersebut dibedakan oleh suatu indeks. Jenis-jenis array sebagai berikut:
1. Numeric Array: Array dengan indeks numeric
2. Associative Array: Array dimana key ID berhubungan dengan nilai array
3. Multidimensional Array: Array yg terdiri dari beberapa array.
Contoh array fungsi perulangan foreach:
<?php
//model array numerik
$mhs = array('reza', 'budi', 'rini');
//contoh menampilkan nama rini
echo $mhs[2] . '<br>';
//model asosiatif
$rini = array(
'nim' => '122111',
'jk' => 'perempuan',
'smt' => 'V'
);
//contoh menampilkan jk rini
echo $rini['jk'];
$siswa = array(
'reza' =>array(
'nim' =>'122131',
'jk' =>'laki-laki',
'smt' => 'III'
),
'budi' => array(
'nim' => '123222',
'jk' => 'laki-laki',
'smt' => 'v'
),
'rini' => array(
'nim' => '123223',
'jk' => 'perempuan',
'smt' => 'I'
)
);
echo '<br>';
foreach($siswa as $index => $value)
{
echo '<h3>'.$index.'</h3>';
echo '<ul>
<li>'.$value['nim'].'</li>
<li>'.$value['jk'].'</li>
<li>'.$value['smt'].'</li>
</ul>';
}
Contoh fungsi print_r:
<?php
//model array numerik
$mhs = array('reza', 'budi', 'rini');
//contoh menampilkan nama rini
echo $mhs[2] . '<br>';
//model asosiatif
$rini = array(
'nim' => '122111',
'jk' => 'perempuan',
'smt' => 'V'
);
//contoh menampilkan jk rini
echo $rini['jk'];
$siswa = array(
'reza' =>array(
'nim' =>'122131',
'jk' =>'laki-laki',
'smt' => 'III'
),
'budi' => array(
'nim' => '123222',
'jk' => 'laki-laki',
'smt' => 'V'
),
'rini' => array(
'nim' => '123223',
'jk' => 'perempuan',
'smt' => 'I'
)
);
echo '<pre>';
print_r($siswa]);
echo '</pre>';
?>
Contoh fungsi print_r panggil 1 nilai:
<?php
//model array numerik
$mhs = array('reza', 'budi', 'rini');
//contoh menampilkan nama rini
echo $mhs[2] . '<br>';
//model asosiatif
$rini = array(
'nim' => '122111',
'jk' => 'perempuan',
'smt' => 'V'
);
//contoh menampilkan jk rini
echo $rini['jk'];
$siswa = array(
'reza' =>array(
'nim' =>'122131',
'jk' =>'laki-laki',
'smt' => 'III'
),
'budi' => array(
'nim' => '123222',
'jk' => 'laki-laki',
'smt' => 'V'
),
'rini' => array(
'nim' => '123223',
'jk' => 'perempuan',
'smt' => 'I'
)
);
echo '<pre>';
print_r($siswa ['budi']['smt']);
echo '</pre>';
?>
Array adalah sekumpulan variable yang memiliki nama sama tapi nama tersebut dibedakan oleh suatu indeks. Jenis-jenis array sebagai berikut:
1. Numeric Array: Array dengan indeks numeric
2. Associative Array: Array dimana key ID berhubungan dengan nilai array
3. Multidimensional Array: Array yg terdiri dari beberapa array.
Contoh array fungsi perulangan foreach:
<?php
//model array numerik
$mhs = array('reza', 'budi', 'rini');
//contoh menampilkan nama rini
echo $mhs[2] . '<br>';
//model asosiatif
$rini = array(
'nim' => '122111',
'jk' => 'perempuan',
'smt' => 'V'
);
//contoh menampilkan jk rini
echo $rini['jk'];
$siswa = array(
'reza' =>array(
'nim' =>'122131',
'jk' =>'laki-laki',
'smt' => 'III'
),
'budi' => array(
'nim' => '123222',
'jk' => 'laki-laki',
'smt' => 'v'
),
'rini' => array(
'nim' => '123223',
'jk' => 'perempuan',
'smt' => 'I'
)
);
echo '<br>';
foreach($siswa as $index => $value)
{
echo '<h3>'.$index.'</h3>';
echo '<ul>
<li>'.$value['nim'].'</li>
<li>'.$value['jk'].'</li>
<li>'.$value['smt'].'</li>
</ul>';
}
Contoh fungsi print_r:
<?php
//model array numerik
$mhs = array('reza', 'budi', 'rini');
//contoh menampilkan nama rini
echo $mhs[2] . '<br>';
//model asosiatif
$rini = array(
'nim' => '122111',
'jk' => 'perempuan',
'smt' => 'V'
);
//contoh menampilkan jk rini
echo $rini['jk'];
$siswa = array(
'reza' =>array(
'nim' =>'122131',
'jk' =>'laki-laki',
'smt' => 'III'
),
'budi' => array(
'nim' => '123222',
'jk' => 'laki-laki',
'smt' => 'V'
),
'rini' => array(
'nim' => '123223',
'jk' => 'perempuan',
'smt' => 'I'
)
);
echo '<pre>';
print_r($siswa]);
echo '</pre>';
?>
Contoh fungsi print_r panggil 1 nilai:
<?php
//model array numerik
$mhs = array('reza', 'budi', 'rini');
//contoh menampilkan nama rini
echo $mhs[2] . '<br>';
//model asosiatif
$rini = array(
'nim' => '122111',
'jk' => 'perempuan',
'smt' => 'V'
);
//contoh menampilkan jk rini
echo $rini['jk'];
$siswa = array(
'reza' =>array(
'nim' =>'122131',
'jk' =>'laki-laki',
'smt' => 'III'
),
'budi' => array(
'nim' => '123222',
'jk' => 'laki-laki',
'smt' => 'V'
),
'rini' => array(
'nim' => '123223',
'jk' => 'perempuan',
'smt' => 'I'
)
);
echo '<pre>';
print_r($siswa ['budi']['smt']);
echo '</pre>';
?>
Membuat Formulir dan Proses
Contoh Membuat Formulir
<form method="post" action="proses.php">
<label>Nama : </label><input type="text" name="nama" > <br>
<label>Alamat : </label><input type="text" name="alamat" > <br>
<label>Email : </label><input type="text" name="email" > <br>
<label>Telp : </label><input type="text" name="no_telp" > <br>
<input type="submit" Value="submit" >
</form>
Membuat Script Proses
<?php
echo '<pre>';
print_r($_POST);
echo '</pre>';
<form method="post" action="proses.php">
<label>Nama : </label><input type="text" name="nama" > <br>
<label>Alamat : </label><input type="text" name="alamat" > <br>
<label>Email : </label><input type="text" name="email" > <br>
<label>Telp : </label><input type="text" name="no_telp" > <br>
<input type="submit" Value="submit" >
</form>
Membuat Script Proses
<?php
echo '<pre>';
print_r($_POST);
echo '</pre>';
Penggunaan POST dan GET
Metode POST
Contoh Script Metode POST
<?php
Contoh Script Metode GET
- Menyembunyikan variabel pada URL
- Lebih aman
- Tidak ada batasan panjang string
- Menggunakan
$_POSTdalam pengambilan variabel - Lebih sering digunakan pada input data melalui form
- Penggunaan pada data-data penting seperti password
- Menampilkan variabel pada URL
- Kurang aman
- batasan panjang string sampai 2047 karakter
- Menggunakan
$_GETdalam pengambilan variabel - Lebih sering digunakan untuk input data melalui link
- Penggunaan pada data-data yang kurang penting
Contoh Script Metode POST
<?php
if( $_POST["nama"] || $_POST["alamat"])
{
echo "Halo: ". $_POST['nama']. "<br />";
echo "Alamat Anda: ". $_POST["alamat"]. "<br />";
}
?>
Contoh Script Metode GET
<?php
if( $_GET["nama"] || $_GET["alamat"])
{
echo "Halo: ". $_GET['nama']. "<br />";
echo "Alamat Anda: ". $_GET["alamat"]. "<br />";
}
?>
Fungsi fopen pada PHP
Definisi dan Penggunaan
Fopen () fungsi membuka file atau URL.
Jika fopen () gagal, ia mengembalikan FALSE dan kesalahan pada kegagalan. Anda dapat menyembunyikan output kesalahan dengan menambahkan '@' di depan nama fungsi.
Fopen () fungsi membuka file atau URL.
Jika fopen () gagal, ia mengembalikan FALSE dan kesalahan pada kegagalan. Anda dapat menyembunyikan output kesalahan dengan menambahkan '@' di depan nama fungsi.
Syntax
fopen(filename,mode,include_path,context)
Untuk Proses pembelajaran lebih lanjut silahkan kunjungi alamat
http://www.w3schools.com/php/func_filesystem_fopen.asp
Fungsi fclose pada PHP
Definisi dan Penggunaan
The fclose () fungsi menutup file yang terbuka.
Fungsi ini mengembalikan TRUE pada keberhasilan atau FALSE pada kegagalan.
Untuk pembelajaran lebih lanjut, silahkan kunjungi
http://www.w3schools.com/php/func_filesystem_fclose.asp
The fclose () fungsi menutup file yang terbuka.
Fungsi ini mengembalikan TRUE pada keberhasilan atau FALSE pada kegagalan.
Syntax
fclose(file)
Untuk pembelajaran lebih lanjut, silahkan kunjungi
http://www.w3schools.com/php/func_filesystem_fclose.asp
Langganan:
Komentar (Atom)